Kamis, 17 April 2014

kolaka 7

AKBP Abdul Karim Samandi. Foto One/KTKENDARI, SULTRA-ONLINE

Tim penyidik tindak pidana tertentu (Tipiter) Dit Reskrimsus Polda Sultra mengakui jika pihaknya tengah melakukan penyelidikan berbagai kasus yang berkaitan dengan perusahaan tambang di Sultra. Namun ironisnya, disinyalir ada sejumlah perusahaan yang “bandel” meski perusahaannya sedang dibidik Polisi. Salah satunya adalah PT Bososi Pratama.

Perusahaan nikel itu diketahui masih melakukan aktifitas penambangannya di Kabupaten Konawe Utara (Konut). Bahkan tercatat telah berapa kali mereka melakukan pengapalan ore nikel. Terkait hal tersebut, Kabid Humas Polda Sultra pun angkat bicara.

Menurut AKBP Abdul Karim Samandi, apapun alasannya bagi perusahaan tambang yang sudah dilaporkan di Polda Sultra tidak boleh melakukan aktifitas penambangan apalagi pengapalan.

“Sepanjang penyidikannya masih berjalan, PT Bososi tidak boleh dulu melakukan pengapalan,” tegasnya.

Bila hal tersebut masih saja dijalani, maka kata Karim, PT Bososi telah melanggar aturan hukum.

“Tanah olahannya sementara berkasus. Jadi, tidak boleh dulu ada aktifitas diatasnya,” pungkas Kabid Humas Polda Sultra itu.

Sebagaimana diketahui, PT Bososi Pratama merupakan salah satu perusahaan tambang yang telah dilapor ke Polda. Namun hingga kini kasus yang melilit perusahaan tersebut belum juga tuntas. Begitu pula dengan perusahaan-perusahaan lainnya yang dilapor terkait sengketa lahan dengan warga, penyerobotan, tapal batas lokasi antar perusahaan dan aktifitas di hutan lindung. Perusahaan itu antaralain PT Kabaena Kromik Pratama (KKP), PT Cipta Jaya Surya (CJS), PT Stargate Pasifik Resources (SPR), PT Bumi Konawe Abadi (BKA) dan PT Malibu. Padahal penyidik telah memeriksa beberapa saksi. Namun, pihak-pihak yang dianggap bertangungjawab dan merugikan tak kunjung dihadirkan dihadapan persidangan. (wan)

pak jaff jb

Latest Tweets

Facebook Fans